Buka
buku, baca,
ambil kuncinya,
buka hati. Isi dengan inspirasi penuh. Luar
biasa…wujudkan cita-cita dan impian dengan membaca. Tularkan budaya membaca
dengan teman-temanmu
Kita tahu, jika ingin pintar harus belajar, tapi
kita sering mengabaikan hal itu, sehingga ketika kita mengalami kegagalan atau
sedikit hal yang tidak sependapat atau tidak sejalan dengan kita, kita mengeluh
dan putus asa. Padahal hal dasarnya dikarenakan kita oleh kita sendiri, yaitu
tidak belajar.
Kita tahu, jika ingin
berhasil itu kita harus bekerja keras, berani mengambil resiko, bertanggung
jawab, disiplin dan rajin beribadah dan bersedekah, tapi kita tidak pernah
peduli dengan itu semua, alhasil sampai saat ini kita tidak merasakan apa itu
keberhasilan.
Kita tahu bahwa membaca
itu merupakan kuncinya dunia, dengan membaca kita akan tahu semua. Kita memang
tidak pernah melihat candi Borobudur secara langsung, bukankah kita bisa
mengetahui apa itu candiborobudur dan asal mulanya candi tersebut.
Ingat sob..Orang besar lahir bukan terlahir dari keluarga besar, tapi kebanyakan mereka
lahir dari bermimpi besar.
Jangan takut tuk
bermimpi, mimpi ialah kunci untuk kita mentaklukan Dunia....(laskar pelangi)
AGAR APA YANG KITA BACA MENJADI BERGUNA
Tahukah kita,
banyak orang yang tidak suka membaca, termasuk saya yang dulunya sangat
tidak suka yang namanya membaca. Buat apa membaca, buang waktu aja. Ketika saya menemukan kekuatan dari bacaan,
sekarang saya bisa menemukan namanya CINTA. cinta
membaca maksudnya…. Malam libur kuliyah yang dulunya saya habiskan untuk
bermain yang tidak ada memberikan nilai tambah pada diri saya, tapi sekarang,
waktu libur tersebut saya gunakan untuk membaca. Saya benar-benar menemukan
sugesti yang selalu membuat saya rindu buku.
Dikutib dari bukunya
hendi kurniah “kulyah membuatku gila”..ia
menceritakan tentang seseorang yang merasakan keajaiban dari membaca,
Hernwo namanya.
berusia 40 tahun.
Hernowo menyatakan hal yang paling luar biasa dalam hidupnya ketika ia
merasakan efek dari membaca masuk kedalam tubuhnya secara
bergelombang-gelombang. Padahal, sebelum berusia 40 tahun ia sangat anti yang
namanya membaca. Ia tersadar membaca itu penting yakni ketika sudah berusia
lanjut. Tapi lanjutnya usia bukan berarti membuat Henduwo tertinggal, tidak. ia
menyatakan keajaiban luar biasa ketika sudah berusia lebih dari 40 tahun.
“sulit saya lukiskan, efek dari kesadaran
akan menfaat luar biasa dari membaca tersebut. Bukan saja saya kemudian dapat
menjadikan manfaat itu sebagai pendorong agar saya terus membaca dan membaca,
diri saya pun mengalami perubahan yang drastis dan radikal (sangat mendasar).
Dengan banyaknya kata yang masuk kedalam diri saya akibat kegiatan dari
membaca, kemudia saya sangat lancar
dalam berbicara, saya mudah jika ingin menjelaskan sesuatu lewat lisan saya.
Kegagapan saya ketika dulu berbicara menjadi
dapat saya atasi.
Tak berhenti Cuma disitu, saya merasakan
sekali jika dibandingkan ketika saya belum berumur 40 tahun. Omongan saya kemudian cukup berisi. Hal
ini diakibatkan oleh buku-buku yang saya baca. Secara otomatis membantu saya dalam memperkaya omongan saya. Saya
juga dimudahkan untuk mengeksplorasi dan
mengembangkan materi yang ingin saya
bicarakan.
Dahulu karena keterbatasan kata-kata yang
saya miliki, omongan saya berputar-putar dan mengulang-ulang. Kini saya dapat memperpanjang dan memperlebar pembicaraan
sesuai dengan keinginan saya. Bahkan yang mengagetkan saya, dengan kekayaan
kata-kata yang saya miliki, rasa-rasanya kemudian lebih mudah merumuskan ide-ide yang berkelebatan dibenak saya.
Subhanallah…”
Saya berharap kita bisa meresapi energi-energi yang
terkandung dari kisah tersebut. Jadikan membaca sebagai motor penggerak diri
kita agar kita bisa lebih laju dalam meraih kesuksesan.
Tahukah kita, mengapa kita tidak suka membaca. Karena kita
tidak merasakan manfaan dari apa yang kita baca. Namun jika kita mengetahui
menfaat dari apa yang kita baca. Maka kita tidak perlu lagi disuruh ataupun
diperintah untuk membaca atau pemerintah tidak lagi mengadakan yang namanya
kampanye membaca. Saya yakin itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar