Selasa, 05 Februari 2013

keajaiban membaca


Buka buku, baca,
ambil kuncinya,
buka hati. Isi dengan inspirasi penuh. Luar biasa…wujudkan cita-cita dan impian dengan membaca. Tularkan budaya membaca dengan teman-temanmu
Kita  tahu, jika ingin pintar harus belajar, tapi kita sering mengabaikan hal itu, sehingga ketika kita mengalami kegagalan atau sedikit hal yang tidak sependapat atau tidak sejalan dengan kita, kita mengeluh dan putus asa. Padahal hal dasarnya dikarenakan kita oleh kita sendiri, yaitu tidak belajar.
Kita tahu, jika ingin berhasil itu kita harus bekerja keras, berani mengambil resiko, bertanggung jawab, disiplin dan rajin beribadah dan bersedekah, tapi kita tidak pernah peduli dengan itu semua, alhasil sampai saat ini kita tidak merasakan apa itu keberhasilan.
Kita tahu bahwa membaca itu merupakan kuncinya dunia, dengan membaca kita akan tahu semua. Kita memang tidak pernah melihat candi Borobudur secara langsung, bukankah kita bisa mengetahui apa itu candiborobudur dan asal mulanya candi tersebut.
Ingat sob..Orang besar lahir bukan terlahir dari keluarga besar, tapi kebanyakan mereka lahir dari bermimpi besar.

Jangan takut tuk bermimpi, mimpi ialah kunci untuk kita mentaklukan Dunia....(laskar pelangi)

AGAR APA YANG KITA BACA MENJADI BERGUNA
Tahukah kita,  banyak orang yang tidak suka membaca, termasuk saya yang dulunya sangat tidak suka yang namanya membaca. Buat apa membaca, buang waktu aja.  Ketika saya menemukan kekuatan dari bacaan, sekarang saya bisa menemukan namanya CINTA. cinta membaca maksudnya…. Malam libur kuliyah yang dulunya saya habiskan untuk bermain yang tidak ada memberikan nilai tambah pada diri saya, tapi sekarang, waktu libur tersebut saya gunakan untuk membaca. Saya benar-benar menemukan sugesti yang selalu membuat saya rindu buku.
Dikutib dari bukunya hendi kurniah “kulyah membuatku gila”..ia menceritakan tentang seseorang yang merasakan keajaiban dari membaca, Hernwo namanya. berusia 40 tahun.
Hernowo menyatakan hal yang paling luar biasa dalam hidupnya ketika ia merasakan efek dari membaca masuk kedalam tubuhnya secara bergelombang-gelombang. Padahal, sebelum berusia 40 tahun ia sangat anti yang namanya membaca. Ia tersadar membaca itu penting yakni ketika sudah berusia lanjut. Tapi lanjutnya usia bukan berarti membuat Henduwo tertinggal, tidak. ia menyatakan keajaiban luar biasa ketika sudah berusia lebih dari 40 tahun.
“sulit saya lukiskan, efek dari kesadaran akan menfaat luar biasa dari membaca tersebut. Bukan saja saya kemudian dapat menjadikan manfaat itu sebagai pendorong agar saya terus membaca dan membaca, diri saya pun mengalami perubahan yang drastis dan radikal (sangat mendasar). Dengan banyaknya kata yang masuk kedalam diri saya akibat kegiatan dari membaca, kemudia saya sangat lancar dalam berbicara, saya mudah jika ingin menjelaskan sesuatu lewat lisan saya. Kegagapan saya ketika dulu berbicara menjadi dapat saya atasi.
Tak berhenti Cuma disitu, saya merasakan sekali jika dibandingkan ketika saya belum berumur 40 tahun. Omongan saya kemudian cukup berisi. Hal ini diakibatkan oleh buku-buku yang saya baca. Secara otomatis membantu saya dalam memperkaya omongan saya. Saya juga dimudahkan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan materi yang ingin saya bicarakan.
Dahulu karena keterbatasan kata-kata yang saya miliki, omongan saya berputar-putar dan mengulang-ulang. Kini saya dapat memperpanjang dan memperlebar pembicaraan sesuai dengan keinginan saya. Bahkan yang mengagetkan saya, dengan kekayaan kata-kata yang saya miliki, rasa-rasanya kemudian lebih mudah merumuskan ide-ide yang berkelebatan dibenak saya. Subhanallah…”
Saya berharap kita bisa meresapi energi-energi yang terkandung dari kisah tersebut. Jadikan membaca sebagai motor penggerak diri kita agar kita bisa lebih laju dalam meraih  kesuksesan.

Tahukah kita,  mengapa kita tidak suka membaca. Karena kita tidak merasakan manfaan dari apa yang kita baca. Namun jika kita mengetahui menfaat dari apa yang kita baca. Maka kita tidak perlu lagi disuruh ataupun diperintah untuk membaca atau pemerintah tidak lagi mengadakan yang namanya kampanye membaca. Saya yakin itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar